Deteksi.co – Press TV (1/12) melaporkan, Gilad Atzmon, pakar politik Jerman mengatakan, “Rezim Zionis Israel dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan manuvernya di Al Quds dan sepertinya kawasan bergerak turun, artinya bergerak ke arah yang tidak punya jalan keluar.”
Ia menambahkan, “Serangan ke tempat-tempat peribadatan seperti Masjid Al Aqsa dan aksi Israel melarang masuknya warga Palestina yang hendak melaksanakan shalat di tempat itu, mengindikasikan terjadinya perang agama di wilayah pendudukan.” Menurutnya, mengingat kawasan Timur Tengah saat ini terus memanas dan jika ketegangan serius di kawasan antara Palestina dan Israel muncul, maka kondisi kawasan akan semakin sulit.
Sebelumnya, PM Benjamin Netanyahu dan Partai Likud, kekuatan politik yang berkuasa saat ini, menyiapkan rancangan undang-undang (RUU) pengusiran warga Arab dari Jerusalem.
Kementerian dalam negeri Israel diketahui masih menunggu pengesahan RUU ini menjadi UU agar bisa mengusir warga Arab yang terlibat penyerangan ke Sinagoga Haf Nor, menghancurkan rumahnya, dan mengeluarkan seluruh keluarganya dari Yerusalem.
RUU dimaksudkan untuk memberi rasa aman kepada pemukim Yahudi di Yerusalem, namun sekaligus akan berdampak pada pembersihan kota itu dari komunitas Arab; Muslim atau Kristen.
Hukum anti-teror, demikian RUU itu disebut, diusulkan anggota Knesset Yariv Levin atas permintaan PM Benjamin Netanyahu. Dalam RUU disebutkan individu dan keluarga yang aksi terorisme akan dideportasi ke Jalur Gaza dan kehilangan kewarga-negaraannya. (IRIB Indonesia/ Inilah)
View the original article here


0 komentar:
Posting Komentar