• pasang iklan

Studi: orang cenderung pilih pasangan dengan DNA sama

Selasa, 03 Juni 2014
Studi: orang cenderung pilih pasangan dengan DNA sama - ANTARA News Selasa, 20 Mei 2014Top NewsBerita TerkiniRilis PersTentang KamiKetentuan PenggunaanForumRSSTwitter antara newsNasionalUmumPolkamHukumPendidikanKesehatanNakerSuara ParlemenUnikInternasionalAsiaoseaniaAmerikaEropaTimur TengahAfrikaEkonomiMakroMoneterBisnisBursaIndustry UpdateInfo PerdaganganInfo PajakMarket FocusOlahragaSepakbolaTenisBulutangkisBasketTinjuBalapUmumHiburanSinemaMusikSelebritiSeni BudayaGaya HidupTeknologiSainsKomputerGadgetInternetWarta BumiPemanasan GlobalFlora FaunaPencemaranArtikelKomentarOpiniBukuVisiOtomotifUmumGo GreenPrototypeSerba-serbiAksesorisAuto FinanceFotoAntara TVHukumPolitikEkonomiFeatureOlahragaSeni BudayaWarta BumiTeknologiWisataMegapolitanInternasionalEnglish Studi: orang cenderung pilih pasangan dengan DNA sama Selasa, 20 Mei 2014 15:24 WIB | 1985 Views

Studi: orang cenderung pilih pasangan dengan DNA samaBoris Bakbini (kiri) dan istrinya Yelena berkendara dengan sepeda melewati Gorky Park usai menikah pagi harinya di Moskow, Kamis (15/8). (REUTERS/Gary Hershorn)

Berita Terkait Telah ditemukan situs purba megalitikum di JayapuraLuas bintik merah Jupiter menyusutIlmuwan temukan cara baru atasi alergi kacang LIPI siapkan kapal riset laut dalamLIPI tingkatkan penelitian kelautan di Indonesia timur Washington (ANTARA News) - Hasil studi terkini menunjukkan bahwa orang tidak hanya memilih pasangan berdasarkan kesamaan latar belakang, tapi juga kesamaan deoxyribonucleic acid (DNA), molekul yang menyandikan perintah genetik pada seluruh organisme hidup.

Menurut para ilmuwan yang melaporkan hasil studi tentang kesamaan genetik dari pasangan yang menikah pada Senin (21/5), orang cenderung memilih pasangan dengan DNA yang sama.

Dalam studi itu, para peneliti memeriksa cetak biru genetik dari 825 pasangan menikah di Amerika Serikat dan menemukan preferensi signifikan pada pasangan dengan kesamaan DNA pada seluruh genom manusia.

Studi tersebut membandingkan hubungan dekat suami atau isteri yang memiliki kesamaan DNA dengan kecenderungan kuat orang untuk menikahi pasangan dengan tingkat pendidikan yang sama.

Para peneliti menemukan bahwa preferensi pada pasangan yang memiliki kesamaan genetik sekuat preferensi pasangan dengan pendidikan yang sama.

Sebanyak 1.650 orang yang dipelajari dalam studi adalah orang non-Hispanik, pria dan perempuan berkulit putih yang lahir antara tahun 1930an dan 1950an yang ambil bagian dalam studi lebih luas tentang kesehatan yang didanai pemerintah Amerika Serikat.
 
"Kami tahu bahwa orang-orang lebih menyukai pasangan dengan kesamaan genetik karena kami tahu orang cenderung berkencan dan menikah dengan orang dari ras dan kelompok etnik mereka. Kami bekerja keras untuk tidak hanya meniru fakta itu," kata peneliti Benjamin Domingue dari Institute of Behavioral Science di University of Colorado, yang memimpin studi itu.

"Kami menghilangkan variasi ras dan mencoba mengendalikan ragam etnis. Dan kami masih menemukan preferensi pada individu dengan genetik sama," tambah Domingue seperti dilansir kantor berita Reuters.

Para peneliti mengukur kesamaan genetik dengan membandingkan 1,7 juta blok bangunan DNA individu, yang disebut single nucleotide polymorphisms, pada peserta studi.

Mereka membandingkan susunan genetik pasangan yang menikah dengan orang berlawanan jenis yang secara acak dipilih dalam satu kelompok studi yang sama.

Namun Domingue juga mengatakan mekanisme aktual dari seseorang yang ditarik ke persamaan genetik orang lain mungkin rumit dan punya banyak segi.

Para peneliti mencatat bahwa orang biasanya memilih pasangan dengan latar belakang, karakteristik dan pendidikan yang sama, juga ras, agama, usia, pendapatan dan bentuk badan.

Kesamaan genetik bisa ditambahkan ke dalam daftar itu, kata mereka.

"Contohnya, orang jelas-jelas peduli dengan tinggi dalam memilih mitra. Orang tinggi menikahi orang tinggi lainnya, itu akan menghasilkan kesamaan genetik di antara pasangan. Tapi sulit untuk mengetahui apakah tinggi atau gen yang memicu keputusan ini," kata Domingue.

Para peneliti mengatakan akan menarik untuk melihat kesamaan hasil dengan studi yang lain yang melibatkan populasi lain dengan menambahkan ras, pasangan antar-ras, dan pasangan gay.

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Cetak Email Komentar Pembaca(function(d, s, id) {var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];if (d.getElementById(id)) return;js = d.createElement(s); js.id = id;js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);}(document, 'script', 'facebook-jssdk'));Kirim Komentar Nama   Email  Komentar  Security CodeMasukkan karakter yang terdapat pada gambar         Top StoriesIlmuwan temukan cara baru atasi alergi kacang Australia luncurkan baju renang anti hiuLAPAN cari calon ilmuwan potensial dari universitasBill Gates kaji bangun PLTN di IndonesiaIndonesia butuh teropong astronomi lebih besarSainsStudi: orang cenderung pilih pasangan dengan DNA samaStudi: orang cenderung pilih pasangan dengan DNA samaHasil studi terkini menunjukkan bahwa orang tidak hanya memilih pasangan berdasarkan kesamaan latar belakang, tapi ...

Telah ditemukan situs purba megalitikum di JayapuraLuas bintik merah Jupiter menyusutGadgetTelkomsel latih mahasiswa Sulut ciptakan aplikasi androidTelkomsel latih mahasiswa Sulut ciptakan aplikasi androidPT Telkomsel melatih mahasiswa Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di bidang teknologi informasi (TI) untuk dapat ...

Samsung kuasai 71 persen pasar jam pintarHeadset Bluetooth untuk LG G3KomputerPresiden Fujitsu: Pasar Indonesia sangat baikPresiden Fujitsu: Pasar Indonesia sangat baikPresiden Fujitsu Limited Masami Yamamoto mengatakan bahwa pasar ICT (information, communication, and technology) ...

SAS Predictive analytics untuk prediksi ancamanThe Sims 4 bisa tambahkan implant pada simsTweets by @antaranews!function(d,s,id){var js,fjs=d.getElementsByTagName(s)[0],p=/^http:/.test(d.location)?'http':'https';if(!d.getElementById(id)){js=d.createElement(s);js.id=id;js.src=p+"://platform.twitter.com/widgets.js";fjs.parentNode.insertBefore(js,fjs);}}(document,"script","twitter-wjs"); Top News Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Hiburan Teknologi Warta Bumi Artikel Foto TV OtomotifForum Pembaca Rilis Pers
Ketentuan PenggunaanTentang KamiJaringanPedomanTwitterFacebookRSS Antara Foto Gohitzz IMQAsianet OANA

 

www.antaranews.com Copyright © 2014

View the original article here

0 komentar:

Posting Komentar

Kategori Iklan