Ketua DPP Partai Golkar, MS Hidayat (ANTARA News.com/Wandi) () Kalau kemudian ada upaya dari kader muda Golkar mendukung pasangan lain, hal itu tidak bisa dicegah.Berita Terkait PDIP khawatir Pilpres 2014 tidak adilPuluhan kader muda Golkar dukung Jokowi-JKJalan kejujuran menuju istanaHadar: Jokowi-JK kurang tiga dan sembilan dokumen pendaftaran pilpresSyarief Hasan: poros Demokrat-Golkar sulit terwujudGaleri Terkait

Pendukung Jokowi - JK

Jokowi dan JK Lengkapi Berkas Video Terkait

Bawaslu Perketat Pengawasan ...

Walikota Solo Dukung Jokowi - ...
Jakarta (ANTARA News) - Sejak era reformasi, Partai Golkar tidak pernah solid dalam memilih pemimpin bangsa meskipun Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar sudah memutuskan pada pasangan tertentu.
Demikian juga pada pilpres 2014, DPP Partai Golkar tidak sepenuhnya mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Kader muda Golkar justru lebih mendukung pasangan Joko Widodo- Jusuf Kalla.
"Kalau anda amati, sejak reformasi, Partai Golkar selalu alami dualisme pendapat untuk memilih seorang pemimpin. Partai Golkar setiap menghadapi pilpres, setiap 5 tahun tidak 100 persen solid mendukung keputusan partai," kata Ketua DPP Partai Golkar, MS Hidayat di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa.
Dikatakan Menteri Perindustrian itu, apa yang dilakukan oleh kader muda Golkar yang mendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla tak akan mampu dicegah oleh DPP Partai Golkar.
"Kalau kemudian ada upaya dari kader muda Golkar mendukung pasangan lain, hal itu tidak bisa dicegah. Pemberian sanksi pun juga tidak akan mengubah sikap tersebut," kata Hidayat.
Dia menyarankan kepada DPP Golkar untuk segera melakukan komunikasi dengan kader muda Golkar itu.
"Sekarang ini, bagaimana DPP PG mengelimir hal tersebut dengan mengajak komunikasi kader-kader muda," kata MS Hidayat.
Sejumlah kader muda Golkar mendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Padahal, Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie atau Ical telah memutuskan untuk mendukung pasangan Prabowo-Hatta Rajasa.
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2014
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com Cetak Email Komentar Pembaca(function(d, s, id) {var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];if (d.getElementById(id)) return;js = d.createElement(s); js.id = id;js.src = "//connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1";fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);}(document, 'script', 'facebook-jssdk'));Kirim Komentar Nama Email Komentar
Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa mantan Humas Direktorat Jenderal Pajak, Dedi Rudaedi dalam perkara dugaan ...Pimpinan KPK minta klarifikasi tindakan Abraham SamadKPK susun buku pemberantasan korupsi untuk capres-cawapresKesehatanUGM kembangkan alat peraga gigi interaktif
Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada mengembangkan alat peraga gigi interaktif yang dilengkapi sistem elektronis ...10 pelajar di Jember terinfeksi HIV/AIDSDinyatakan negatif, tiga pasien suspect MERS tinggalkan RSNakerPeserta BPJS Ketenagakerjaan dapat santunan kematian
Peserta program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Bali mendapat manfaat tambahan, karena ...BPJS Ketenagakerjaan serahkan santunan kecelakaan kerjaBPJS Ketenagakerjaan Padang tegur ratusan perusahaanTweets by @antaranews!function(d,s,id){var js,fjs=d.getElementsByTagName(s)[0],p=/^http:/.test(d.location)?'http':'https';if(!d.getElementById(id)){js=d.createElement(s);js.id=id;js.src=p+"://platform.twitter.com/widgets.js";fjs.parentNode.insertBefore(js,fjs);}}(document,"script","twitter-wjs"); Top News Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Hiburan Teknologi Warta Bumi Artikel Foto TV OtomotifForum Pembaca Rilis Pers Ketentuan PenggunaanTentang KamiJaringanPedomanTwitterFacebookRSS


0 komentar:
Posting Komentar